Judul buku: House of Tales
Penerjemah: Irwan Syahrir
Penyunting : Dyah Agustine
Penerbit: Mizan
Tahun terbit: Cetakan 1, Maret 2019
Tebal buku : 163 halaman
Jostein Gaarder adalah penulis novel filsafat Sophie's World (terj. Indonesia : Dunia Sophie, Mizan, 1996) yang merupakan bsalah satu novel terlaris di dunia. Shopie's World telah diterjemajkan dalam 50 bahasa.
Ciri khas tulisannya yang memadukan keindahan dongeng dan kedalaman perenungan dapat dinikmati dalam karya-karyanya yang telah diterbitkan Mizan , diantaranya : Princess of Tales, The Orange Girl, Dunia Maya, Dunia Cecilia, The Magic Library, Misteri Soliter, Dunia Anna, The Puppeteer, dan The Castle in the Pyrenees.
Selain menulis, dia giat mengampanyekan pelestarian lingkungan melalui Sofie Foundation yang didirikannya bersama istrinya, Siri, pada 1997. Kini, dia tinggal di Oslo , Norwegia.
Sinopsis Cerita
Berkisah tentang pertemuan Albert dan Eirin saat masih berumur sembilan belas tahun dan jadi mahasiswa baru di Universitas Oslo. Mereka saling bertukar pandang yang semakin menegaskan perasaan cinta mereka hingga memiliki Christian dan Sarah.
Albert membahas konflik yang belum diketahui Eirin sebelumnya, setelah 37 tahun berlalu.Karena mendapat pesan dari mantan kekasih Albert bernama Marianne sehingga Albert memutuskan untuk menceritakan semuanya di Rumah Dongeng. Dan akhirnya Albert mengharapkan maaf dari Eirin.
Analisis Unsur Intrinsik
Tema dari sebuah novel yang berjudul House of Tales adalah percintaan dan keabadian.Tokoh dari novel tersebut diantaranya Albert yang tertutup dalam kehidupannya, Eirin yang sabar dan ramah, dan Merianne. Latarnya pada tahun 1972 dan 37 tahun kemudian, di Rumah dongeng, Universitas, pegunungan dan telaga. Alurnya maju mundur. Sudut pandang orang pertama yaitu Albert.Gaya bahasanya terbelit-belit. Amanatnya dari cerita ini adalah hal terpenting dalam hidup yang harus diketahui oleh orang lain tidak boleh dirahasiakan dan harus terbuka.
Keunggulan buku
Membuat pembaca jadi penasaran
Kelemahan buku
Karena maju mundur jadi terbelit-belit dan agak sulit dipahami
Penerjemah: Irwan Syahrir
Penyunting : Dyah Agustine
Penerbit: Mizan
Tahun terbit: Cetakan 1, Maret 2019
Tebal buku : 163 halaman
Jostein Gaarder adalah penulis novel filsafat Sophie's World (terj. Indonesia : Dunia Sophie, Mizan, 1996) yang merupakan bsalah satu novel terlaris di dunia. Shopie's World telah diterjemajkan dalam 50 bahasa.
Ciri khas tulisannya yang memadukan keindahan dongeng dan kedalaman perenungan dapat dinikmati dalam karya-karyanya yang telah diterbitkan Mizan , diantaranya : Princess of Tales, The Orange Girl, Dunia Maya, Dunia Cecilia, The Magic Library, Misteri Soliter, Dunia Anna, The Puppeteer, dan The Castle in the Pyrenees.
Selain menulis, dia giat mengampanyekan pelestarian lingkungan melalui Sofie Foundation yang didirikannya bersama istrinya, Siri, pada 1997. Kini, dia tinggal di Oslo , Norwegia.
Sinopsis Cerita
Berkisah tentang pertemuan Albert dan Eirin saat masih berumur sembilan belas tahun dan jadi mahasiswa baru di Universitas Oslo. Mereka saling bertukar pandang yang semakin menegaskan perasaan cinta mereka hingga memiliki Christian dan Sarah.
Albert membahas konflik yang belum diketahui Eirin sebelumnya, setelah 37 tahun berlalu.Karena mendapat pesan dari mantan kekasih Albert bernama Marianne sehingga Albert memutuskan untuk menceritakan semuanya di Rumah Dongeng. Dan akhirnya Albert mengharapkan maaf dari Eirin.
Analisis Unsur Intrinsik
Tema dari sebuah novel yang berjudul House of Tales adalah percintaan dan keabadian.Tokoh dari novel tersebut diantaranya Albert yang tertutup dalam kehidupannya, Eirin yang sabar dan ramah, dan Merianne. Latarnya pada tahun 1972 dan 37 tahun kemudian, di Rumah dongeng, Universitas, pegunungan dan telaga. Alurnya maju mundur. Sudut pandang orang pertama yaitu Albert.Gaya bahasanya terbelit-belit. Amanatnya dari cerita ini adalah hal terpenting dalam hidup yang harus diketahui oleh orang lain tidak boleh dirahasiakan dan harus terbuka.
Keunggulan buku
Membuat pembaca jadi penasaran
Kelemahan buku
Karena maju mundur jadi terbelit-belit dan agak sulit dipahami
Komentar
Posting Komentar